Tampilkan postingan dengan label Softskill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Softskill. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Mei 2011

Tugas Bahasa Indonesia 2 - Laporan Kegiatan

Siwi Iswanti Ramadhani -- 12108283 -- 3KA15


Laporan Kegiatan OSPEK Periode 2008/2009

UNIVERSITAS GUNADARMA


I. WAKTU PELAKSANAAN

Senin, 12 Juli 2008

07.00 peserta Ospek sudah mulai berkumpul di Lapangan Universitas Gunadarma untuk melaksanakan upacara pembukaan Ospek yang dipimpin oleh Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Dalam upacara tersebut, diisi dengan Pengibaran bendera merah putih, Penyematan Atribut Ospek (Pita tanda jurusan, papan nama).

07.30 – 08.30 Pembekalan potensi diri. Tiap calon mahasiswa/i akan diberikan materi oleh para panitia ataupun PuRek, berdasarkan jurusan/fakultas masing-masing

08.30 – 09.00 Pengenalan BEM dan pengurus BEM.

09.00 – 11.30 Cek Pembekalan, Perkenalan Panitia dan Pembuatan yel-yel kelompok. Tiap mahasiswa/i akan dikelompokkan dengan 1 kelompok maksimal 8 orang dan sesuai dengan jurusannya. Bagi mahasiswa/I yang bekalnya tidak sesuai dengan aturan makan akan dikenai sedikit hukuman sebagai sangsinya.

11.30 – 13.00 Ishoma (istirahat, sholat dan makan)

13.00 – 15.00 Sok Terapi, yaitu kegiatan tahunan yang melibatkan ‘keisengan’ dari senior terhadap juniornya, setelah selesai maka selanjutnya adalah perburuan tanda tangan dimana mahasiswa/i akan meminta tanda tangan kepada seniornya yang belum ia ketahui namanya.

15.00 – 16.00 Diskusi Indoor tentang “Membangun Kepercayaan Diri” yang diberikan oleh PuRek, acara ini diberikan untuk melatih mahasiswa/i untuk berlatih berbicara di depan orang banyak.

16.00 – 16.30 Pemilihan mahasiswa/i terbaik versi panitia, pulang

II. KONSEP ACARA

a. Tujuan Acara

Untuk mengenalkan lingkungan kampus, dan semua aspek-aspek kegiatan pembelajaran di Universitas Gunadarma.

b. Peserta

Mahasiswa/I baru angkatan 2008/2009

III. PELAKSANA

BEM, Kepanitiaan, beberapa pembicara seperti PuRek dan PuDek.

Tugas Bahasa Indonesia 2 - Naskah Pidato

Siwi Iswanti Ramadhani -- 12108283 -- 3KA15


PENGARUH INTERNET TERHADAP REMAJA


Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”.


Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh internet terhadap remaja dilihat dari segi positif dan dari segi negative.


Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang bertekhnologi, mewah, dan praktis, Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui HP dimanapun kita berada, atau jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah Warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “Warnet”, Dunia Informasi Tanpa Batas, begitulah orang-orang menyebutnya, saya sendiri tidak begitu yakin tapi apa boleh dikata memang begitu keadaannya, dengan adanya Internet, Akses atau jalan terhadap penyampaian Informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata.


Banyak Ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, lalu apa hubungannya dengan Siswa? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalah gunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk Kriminalitas atau Asusila, siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh? Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah.

Namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima disekolah, hal tersebut memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam didepan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.


Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada didekatnya jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negative tergantung dari mana di memulai.


Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negative justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.


Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, dan selaku remaja kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyongsong masa depan.

Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb.

Sumber : http://www.rizkythea.com/2010/01/contoh-pidato-contoh-naskah-pidato.html

Rabu, 13 April 2011



TUGAS SOFTSKILL B.INDO RESENSI NOVEL

Siwi Iswanti Ramadhani -- 12108283 -- 3KA15




1. Identitas Buku

· Judul Buku : Laskar Pelangi

· Nama Pengarang : Andrea Hirata

· Tahun terbit : Cetakan III, Maret 2006

· Tebal Buku : Xviii + 534 halaman

· Nama Penerbit : Bentang

· Tempat terbit : Yogyakarta

2. Pokok-pokok Isi Buku

· Sinopsis

Sebuah pulau didekat pulau Sumatra yaitu pulau Bangka belitung dimana pulau ini terkenal dengan kekayaan alamnya yaitu Timah, tetapi dengan kekayaan ini kemudian dijadikan tampat eksploitasi oleh negara lain. Disini terdapat sebuah sekolah yang sangat sulit mencari siswanya, sekolah ini dianggap tertinggal dari sekolah-sekolah lain yang menyababkan sekolah ini diberi peringatan atau sejenis ultimatum untuk memiliki minimal 10 orang siswa agar sekolah ini tidak ditutup.

Di sekolah yang kondisinya sangat tidak layak ini memiliki beberapa staf pengajarnya yaitu Pak Harfan sebagai Kepala Sekolah dan satu guru pengajar yaitu Ibu Muslimah, dengan SD yang bernama SD Muhammadiyah. SD ini merupakan SD Islam pertama di Bangkablitung. SD ini dianggap tidak bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain di pulau Bangka belitung.

Sampai SD Muhamadiah memiliki murid yang berjumlah 11 orang yang memiliki semangat belajar yang cukup tinggi. Meskipun guru mereka tidak memiliki penghasilan tinggi tetapi melihat semangat dan cita-cita muridnya ia pun rela mengajar seadanya demi cita-cita 11 muridnya.

Persaingan SD Muhammadiyah dengan SD PN TIMAH yang merupakan sekolah favorit dan diisi oleh kalangan berada adalah sebagian kisah dari kisah utama laskar pelangi dalam membina kekompakan. Satu yang cukup menjadi notable moments adalah ketika mereka harus bersaing saat karnaval 17 Agustus 1979 yang diadakan oleh pihak PT. TIMAH, belajar demi masa depan, dan ketegaran Bu Mus dalam membimbing mereka, apalagi setelah ditingal Pak Harfan meninggal. Anak-anak ini diuji dengan berbagai macam cobaan demi kelangsungan sekolah tempat mereka menimba ilmu.

· Unsur Instrinsik

a) Tema
Persahabatan sepuluh anak yaitu Ikal, Mahar, Lintang, Harun, Syahdan, A Kiong, Trapani, Borek, Kucai dan satu-satunya wanita di kelas mereka, Sahara dari orang kecil yang mempunyai cita-cita yang tinggi dengan bersekolah di pendidikan rakyat kecil Sekolah Muhamadiyah

b) Tokoh dan Perwatakan
Ikal : tidak mudah putus asa dan tegar
Ayah Ikal : baik hati dan bijaksana
Pak K.A. Harpan Noor : baik hati, ramah dan sabar
Ibu N.A. muslimah Hafsari : sabar, baik hati dan penyayang
Lintang : pantang menyerah dan cerdas
Mahar : kreatif, imajinatif dan cerdas
Trapani : manja dan cerdas
Kucai : hiperaktif, susah diatur dan benyak bicara
Sahara : keras kepala, cerdas dan baik hati
A kiong : baik dan sedikit aneh
Harun : baik tetapi agak keterbelakangan mental
Borek : nakal dan susah diatur

c) Alur
Di dalam novel ini memakai alur maju, karena dalam ceritanya tidak terdapat kilas balik sehingga membuat pembaca penasaran apa yang akan terjadi di kisah selanjutnya.

d) Sudut Pandang

Memakai kata ganti orang pertama tunggal atau memakai akuan sertaan, karena dalam penceritaan novel penulis menggunakan kata aku.

e) Latar (Setting)
Tempat : di sekolah, di bawah pohon, di gua, dan di rumah
Suasana : menyenangkan, menyedihkan, dan menegangkan
Kapan : siang hari, sore hari, dan malam hari

· Unsur Ekstrinsik

Kita dapat mengambil pelajaran bahwa bagaimanapun hidup yang kita jalani, kita harus senantiasa bersyukur. Kita dapat mengetahui arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit cita-cita yang tingggi. Pada dasarnya kemiskinan tidak berkorelasi/berinteraksi langsung dengan kebodohan atau kegeniusan. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita teladani dari novel tersebut seperti keagamaan, moral, cinta pertama yang indah, ketegaran hidup, bahkan makna sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak. Selain itu kita dapat mencontoh tokoh-tokoh yang dapat diteladani seperti tokoh-tokoh manusia sederhana, jujur, tulus, gigih, penuh dedikasi, ulet, sabar, tawakal, takwa, dan sebagainya.

3. Kelebihan Buku

Kekuatan novel ini terletak pada sentilan humaniora tentang pentingnya pendidikan sekolah dan sekaligus kuatnya moral agama. Novel ini wajib baca bagi generasi muda yang terlena dengan gelimang kemudahan ekonomi dan tak lagi kenal jerih payah untuk menggapai masa depan. Novel ini juga wajib baca bagi para pendidik, bagi pemerintah yang selalu alpa pada pentingnya pendidikan. Buah dari kealpaan itu diantaranya adalah, kini kita menjadi bangsa yang sering menjadi bahan olok-olok oleh bangsa lain, karena kita rajin mencetak manusia yang tak punya kualitas.

4. Kekurangan Buku

Kelemahan novel ini, menurut saya, hanya terletak pada cara mengakhiri cerita. Semestinya, novel ini sudah ditutup pada bab 33: Anarkonisme, yang menceritakan kejatuhan Babel (Bangka Belitung) yang dulu bergelimbang Timah. Bab 34: Gotik, menurut saya menjadi ekor cerita yang membingungkan. Karena penutur ”Aku” secara tiba-tiba menjadi orang lain, dan bukan lagi Ikal. Bab 34 ini menjadi sebuah kemubaziran. Sama persis seperti seorang pelukis yang seharusnya berhenti menguaskan catnya pada bidang lukis yang sudah sempurna, tapi kemudian menjadi berantakan karena sebuah goresan yang tidak perlu.

Sumber :

http://id.shvoong.com/books/novel-novella/1965955-resensi-laskar-pelangi/

http://blog.atmasetya.com/resensi-novel-laskar-pelangi.html

http://laskarpelangi.forumotion.net/t2-resensi-novel-laskar-pelangi

Senin, 11 April 2011

TUGAS BAHASA INDONESIA - ARTIKEL

Siwi Iswanti Ramadhani -- 12108283 -- 3KA15


SISTEM OPERASI

OS (Operating System) atau sistem operasi adalah sekumpulan dari perintah dasar yang berperan untuk menjalankan dan mengoperasikan komputer. OS juga bisa dikatakan sebagai antarmuka (interface) antara pengguna (user) dengan perangkat keras sistem (hardware). Sekarang ini sangat banyak sekali macam-macam OS, dari yang berbayar sampai yang free alias gratis, asli maupun bajakan. Beberapa yang sering kita jumpai di pasaran antara lain WINDOWS, LINUX ataupun MAC OS. Windows dari versi yang sangat lama yaitu Windows 1.0 sampai Windows 3.11, lalu Windows 95, Windows 98 sampai dengan Windows 2000, Windows XP, Windows Vista dan Windows7. Bill Gates dengan perusahaannya Microsoft Corp. menyediakan OS Windows ini berbayar, jadi jika konsumen ingin menggunakan OS original Windows, ia harus mengeluarkan biaya lebih. Dalam Linux, versi-versinya dikenal dengan istilah Distro. Beberapa distro Linux antara lain Ubuntu, Open Suse, Redhat, Slackware, Debian, Fedora, Mandriva dll. Berbeda dengan Windows, Linux tidak berbayar alias gratis. Karena Linux bersifat Open Source, jadi sangat memungkinkan bagi para user-nya untuk mendalami lagi bahkan bisa mengoprek isi dari sistem Linux tsb. Sedangkan dari Mac Os, versi pertamanya yaitu Mac OS X 1.0 sampai dengan Mac OS X 10.6 dengan berbagai kode pada setiap versinya seperti Rhapsody, Cheetah, Puma, Jaguar, Panther, Tiger, Leopard dan Snow Leopard.
Beberapa fungsi dari sistem operasi adalah sebagai berikut :
GUARDIAN (OS sebagai penjaga gerbang)
Mengawasi siapa saja yang dapat masuk kedalam sistem komputer.
INTERFACE (OS sebagai antarmuka)
Sebagai antarmuka antara pengguna dan perangkat keras.
OPTIMIZER (OS sebagai pengoptimal)
Membuat scedule atas beberapa masukan pengguna, akses basis data, dll sebagainya untuk meningkatkan kinerja sistem.
ACCOUNTANT
Menjaga pewaktuan CPU tetap berada pada jalur yang benar, penggunaan memori, operasi I/O, penyimpanan pada disk dan lain sebagainya.
SERVER
Memberikan pelayanan yang diperlukan pengguna, seperti restrukturisasi direktori file.
COORDINATOR
Memberikan fasilitas sehingga segala aktivitas yang kompleks dapat dikerjakan dalam urutan yang benar.

Minggu, 09 Januari 2011

Artikel Bahasa Indonesia 4 (Paragraf Deduktif)

Siwi Iswanti Ramadhani -- 12108283 -- 3KA15


NETBOOK ATAU NOTEBOOK?

Notebook atau yang lebih sering dikenal dengan laptop adalah sejenis komputer jinjing yang digunakan oleh manusia untuk membantu pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia(1) sebagai komputer pribadi memiliki fungsi yang sama pada umumnya, sebagai mesin pengolah informasi, media penyimpanan data, media komunikasi dan bisa membantu berbagai perkerjaan lainnya. Sumber daya-nya(2) berasal dari baterai atau adaptor yang dapat digunakan untuk mengisi ulang atau menyalakan laptop itu sendiri(3). Lalu bagaimana dengan netbook? Melihat dari namanya saja sudah terlihat perbedaan, netbook sejenis gadget yang bisa digunakan untuk berintenet kapanpun dan dimanapun. Perbedaan Notebook dan Netbook bisa dilihat dari segi ukuran, harga, performa, maupun input output devicenya. Untuk ukuran misalnya, Netbook berukuran 8-10 inch, sedangkan(4) Notebook berukuran 10-17 inch. Harga sebuah Netbook berkisar mulai Rp. 3.000.000 sedangkan harga Notebook dengan spesifikasi standard minimalnya Rp. 5.000.000. Beda harga beda performa tentunya, Netbook memiliki performa lebih rendah dibandingkan dengan Notebook, karena(5) Netbook didesain agar baterai lebih tahan lama. Selain itu(6) juga Netbook tidak dilengkapi dengan DVD/CD ROM sehingga(7) bisa meminimalkan pemakaian daya dari Netbook. Untuk sekedar membuat laporan atau makalah, mendengarkan musik, atau chatting maka(8) Netbook-lah yang lebih cocok untuk dipilih. Namun(9) jika Anda ingin mempunyai Personal Computer yang tidak hanya bisa melakukan kegiatan tersebut seperti menjalankan program-program seperti Visual Basic, Corel Draw dan lain-lain maka Notebook-lah pilihan yang lebih baik.


KETERANGAN :


(1) Ia, termasuk kata ganti. Ia di sini menggantikan kata Notebook

(2) Sumber Daya-nya, termasuk kata ganti. Nya di sini menggantikan kata Notebook

(3) Kalimat Utama dari suatu paragraf. Pada paragraf ini kalimat utama berada di awal paragraf, yang mengindikasikan bahwa paragraf ini adalah Paragraf Deduktif

(4) Sedangkan, termasuk kata transisi intrakalimat, kata yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat

(5) Karena, termasuk kata transisi intrakalimat, kata yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat

(6) Selain itu, termasuk kata transisi antarkalimat, kata yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainnya

(7) Sehingga, termasuk kata transisi intrakalimat, kata yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat

(8) Maka, termasuk kata transisi intrakalimat, kata yang menghubungkan anak kalimat dan induk kalimat

(9) Namun, termasuk kata transisi antarkalimat, kata yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainnya